Sebelum sampai kepada Raja Sisingamangaraja, mari kita memulai untuk menelusuri tarombo Raja
Sisingamangaraja.
Dimulai dari Tuan Sorimangaraja yg menikah dgn Boru Sanggul Haomasan(Nai Suanon),dari
perkawinan mereka lahirlah Tuan Sorbadibanua yg kemudian menikah dgn puteri marga Pasaribu yg
bernama Nai Antingmalela. Dari perkawinan Tuan Sorbadibanua dgn Nai Antingmalela lahirlah 5 orang
anak, yaitu : Si Bagot Nipohan, Si Paettua, Silahi Sabungan, Si Raja Oloan dan Raja Huta lima.
Dan dari perkawinannya yg kedua, Tuan Sorbadibanua mempunyai 3 orang putra, yaitu: Raja Sumba,
Toga Sobu dan Naipospos.
Lalu kita dimulai dari Si Raja oloan, Dari istrinya yg kedua Si Raja oloan mempunyai 5 orang anak
yaitu: Sihotang, Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang.
Sinambela mempunyai 3 orang anak yaitu: Raja Pareme, Tuan Nabolas, dan Ompu Raja Bonanionan.
Ompu Raja Bonanionan ialah seorang dukun(datu bolon) yang terkenal, Ia sangat dihormati oleh
kalangan teman sekampungnya, bahkan sampai ke daerah-daerah lain, kampung tetangganya. Ia
sering dipanggil ke tempat lain/kampung tetangganya untuk mengobati orang-orang sakit dan yg
mengusir setan(begu).
Dari perkawinan ompu Raja Bonanionan dengan boru Pasaribu, lahirlah seorang putri yg diberi nama
Siatnatundal. sampai saat Siatnatundal beranjak gadis, istri Ompu Bonanionan tidak melahirkan lagi,
padahal sang datu sangat menginginkan anak laki-laki dari istrinya. Setelah menunggubertahun-tahun akhirnya sang Datu menjadi putus asa. Ia merasa tidak akan mendapatkan keturunan
anak laki-laki dari istrinya. Ia merasa sedih, karena jaman itu sangat rendah diri kalau tidak
mempunyai keturunan anak laki-laki sebagai penerus silsilahnya.
Demikian sang istri turut menjadi sedih, dia turut merasakan kegalauan hati sang datu,
kadang-kadang ia menangis tersedu-sedu di tempat yg sunyi. Ia merasa belum memenuhi tanggung
jawabnya sebagai istri kalau ia belum dapat melahirkan keturunan anak laki-laki bagi suaminya yang
akan meneruskan nama silsilah leluhurnya nanti.
Hubungan keduanya suami-istri itu menjadi renggang, dan seolah-olah sang datu kurang menaruh
perhatian kepada istrinya. dalam hatinya timbul niat hendak mencari istri lain, karena istrinya yg
sekarang semakin tua dan dia berfikir tidak mungkin lagi untuk melahirkan anak.
Raja Ompu Bonanionan memutuskan untuk pergi merantau ke negeri lain, dan meninggalkan anak
dan istrinya di Bakkara. sambil mengobatai orang di rantaunya, ia juga mencari istri baru yang kelak
dapat membawa namanya.
Setelah Raja Bonanionan meninggalkan kampung halamannya, istrinya bertambah sering menangis
tersedu-sedu. Di tempat yg sepi ia sering mengucurkan airmata nya, sambil memohon kepada
Mulajadi Nabolon agar ia melihat duka dan kesedihannya.
Pada suatu hari, bersama putrinya pergilah ia ke hutan Tombak Sulu-sulu hendak mencari ’salaon’,
semacam tumbuhan yg dapat dipakai menjadi cat benang tenunan. istri Ompu Bonanionan suka
menenun kain-kain batak(ulos) dgn motif-motif yg indah.
Di tombak sulu-sulu itulah ia kembali mengenang nasibnya sementara keduanya berhenti sejenak,
sang istri yg kesepian dalam penderitaan itu menengadah ke atas langit, ditatapnya langit itu, cerah
dan indah. pohon-pohon yg tinggi menjulang kelangit. sementara ia terisak dengan senandungnya
yang sedih, tiba-tiba tampak disekelilingnya terang benderang. seorang yg seperti manusia secara
ajaib muncul di depannya, dan berkata: “Jangan kamu takut, aku datang membawa pesan dari
Mulajadi Nabolon”.
Ia dan putrinya tersungkur ke tanah karena takut, selanjutnya orang itu berkata: “Mulajadi Nabolon
telah mendengar isak tangismu”. Ia tau isi hatimu, engkau akan melahirkan seorang putra, dan
engkau akan memberinya nama “Sisingamangaraja”, Singa Sohalompoan, Singa Sohaliapan, Singa
Harajaon.
Apabila ia lahir kelak, letakkanlah dia pada pinggan pasu, diatas kain ulos ragidup, dan bantalnya
ogung oloan.
Setelah perkataannya selesai, lenyaplah orang itu dari pandangan matanya. Ia bersama putrinya amat
takut, Ia terheran-heran dengan ucapan orang tsb.. Ia berpikir, apakah orang setua aku ini akan
melahirkan anak lagi??
Pada saatnya mengandunglah dia, tanpa hubungan seks dengan pria lain. setelah 3 bulan,
kandungannya makin nampak jelas dan orang-orang mulai curiga, dan beritanya ia menjadi bahan
gosip di kalangan masyarakat kampungnya. keluarga dekat mulai curiga, siapakah yg akan
bertanggung jawab atas anak dlm kandungannya itu.
Lama-kelamaan, ia mulai dibenci oleh teman-teman sekampungnya, walaupun ia dan putrinya
menceritakan kejadian di tombak sulu-sulu itu, tetapi orang kampung tidak mempercayainya.
Setelah anak kandungannya berumur 6 bulan, kembalilah Raja Bonanionandari perantauan. tiba-tibaia kaget dan geram melihat istrinya mengandung. Ia menuduh istrinya telah berbuat serong dgn pria
lain. ia marah dan membentak-bentak istrinya. ia memarahi famili dekatnya tidak memperhatikan
istrinya.
Meskipun istrinya menceritakan bahwa kandungannya itu bukan dari hasil persetubuhan, tapi Raja
Bonanionan tetap tidak mempercayainya. Ia tetap pd pendiriannya bahwa istrinya telah berbuat
serong dgn orang lain.
Kandungan itu sudah berusia 9 bulan, 10 bulan, dan lewat lagi, tetapi belum tampak tanda-tanda anak
tsb akan lahir. karena umumnya umur 9-10 bulan bayi akan lahir, Maka istri Raja Bonanionan makin
curiga, Ia takut kalau-kalau kandungannya itu bukanlah manusia atau ia mengidap penyakit.
Lalu dipanggillah beberapa Datu, mereka sependapat bahwa anak dalam kandungannya itu
benar-benar anak manusia dan akan lahir pd umur 12 bulan.
Setelah tepat 12 bulan, Istri Bonanionan mulai mengidam meminta mentimun muda dan permintaan
lainnya, seperti wanita hamil lazimnya. kemudian Raja Bonanionan mencarikan mentimun tsb. Lalu
sang istri meminta hati ular yg dari tombak sulu-sulu, lalu dia meminta suaminya utk segera pergi
mencarinya, dan disana Raja Bonanionan bertemu ular besar, lalu membunuh dan mengambil hatinya.
Kemudian diberikan kpd istrinya, setelah ia selesai memakan hati ular tsb, tiba-tiba angin bertiup
kencang, langit menjadi mendung, dan kilat bersahut-sahutan. kala itu bumi seperti bergoyang, pada
hari itulah perut istri Bonanionan mulas dan seperti ingin melahirkan.
Saat guntur menggelegar, memecah langit, saat itulah anak dalam kandungan itu lahir, tapi anak itu
masih terbungkus selaput. Kemudian Ia diletakkan ke atas pinggan pasu, sesuai pesan seseorang yg
menemuinya di Tombak sulu-sulu setahun yg lalu. ketika itu datanglah guntur menggelegar tiba-tiba
dan selaput pembungkus bayi itu pecah, lalu nampaklah seorang anak laki-laki, yg berambut lebat,
bergigi seperti anak yg sudah berusia beberapa tahun. Semua orang terheran-heran melihat bayi tsb
dan merasa ajaib melihat proses kelahiran anak tsb. Orang-orang berkata bahwa anak itu seorang yg
sakti. Sesuai dgn utusan Mulajadi Nabolon, mereka memberi namanya “Sisingamangaraja” , Singa
Sohalompoan, Singa Sohaliapan, Singa Harajaon.
Setelah beranjak dewasa, ia mulai mengunjungi dari satu kampung ke kampung lainnya, Ia menemui
byk orang tertawan karena pelanggarannya, Ia menanyakan apa sebabnya mereka ditahan?. Ia juga
mengunjungi orang-orang miskin dan yg menderita. Ia memberi penerangan2 kepada mereka,
memberi mereka nasehat2, Ia juga tau seluk beluk ttg hukum-hukum dan peraturan2 hidup serta
adat-istiadat. Ia dikagumi orang pada jaman itu dan kemudian diangkat menjadi Raja. Menurut
penelitian sejarah Sisingamangaraja I memerintah pada awal abad ke 17.
Demikianlah turi-turian ttg Raja Sisingamangaraja.
(disadur dari: “Sekelumit mengenai masyarakat batak toba dan kebudayaannya” , hal 154-158, E.H
Tambunan).
dari Kaskus.us

Is it the real story about Raja Sisingamaraja I? Would u tell me more about Nai Antingmalela br Pasaribu…? Where I can find the book “Sekelumit mengenai masyarakat batak toba dan kebudayaannya”?
coba cari aja diperpustakaan daerah, mungkin aja disitu ada.
Thank’s before.
Wah impressive sekali cerita diatas. Songon on ma leleng na iba sahalak Batak baru pe binege on. Molo adong dope cerita naasing na i diboto hamu ringgas hamu manurat asa tamba godang na binoto sebagai halak Batak iba.
Mauliate godang
olo bah….
mauliate godang ma ate…
ingkon lestarihonon ta do budaya daerah ta…minimal manjaga…
Orang Batak pertama yang mencetak sejarah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah beliau.
Banyak cerita atau dapat saya sebut keyakinan orang Batak bahwa beliau masih hidup di tengah – tengah kita…wow !!!
Tapi apaun itu banyak nilai – nilai positif yang di ajarkan beliau kepada kita khususnya orang Batak Toba untuk di lestarikan.
@Ozagma Lorenzo Simorangkir
betul sekali pernyataan mu lae…
bahwa kita harus melestarikan kebudayaan daerah kita…kalau tidak siapa lagi.. ya kan…