Horas Tu Hita Sudena..
SALAM KENAL.. salam horas boi hita marsitandaan lewat media maya.. asa boi hita gabe sada sian Pomparan RaJa Sonang se Kota Batam…
baru Baru ini Punguan Naposo Bulung Raja Sonang Boru Bere se Kota Batam .. telah dibentuk dengan pengurus:
Ketua : Fransiskus Sitinjak
Wakil Ketua : Bernat Harianja
Sekjend : Rita br. Harianja
Mohon doa restu untuk semua keluarga Besar Raja sonang se kota Batam dan Raja Sonang dimanapu Berada…
Salam…
TALU DI GOGO…. MONANG DI UHUM…..
Mauliate….
Cornelius Harianja
Batam….
mobile : 081210598187
selamat buat pengurus Punguan Naposo Bulung Raja Sonang Boru Bere se Kota Batam yang baru dibentuk, semoga itu bisa menjadi media Punguan Naposo Bulung Raja Sonang Boru Bere se Kota Batam yang ada disana yang nantinya bisa mempererat kekeluargaan kita dan menjaga tali persaudaraan yang ada.
Salam dan Horas…:)
Oh ya, ada satu lagi info dari saudara MULA E GULTOM, untuk pemuda yang berminat menjadi Taruna Akademi Udara silahkan persiapkan diri pendaftaran untuk bulan maret 2009. info lengkap, adongdo hubaen hami di http://laskarbilliton.blogspot.com marsiadu ma hamu mengikuti test, asa lam patar bangso batak i di negarattaon, botima.

Horas.. tu Sudena Raja sonang..
Kami pengurus dari Punguan Raja Sonang Se Kota Batam meminta untuk Semua Punguan naposo Bulung , Boru, Bere dan natua Tua Raja Sonang se Kota batam untuk Ikut menyukseskan Pesta BOna Taon Naposo Bulung Raja Sonang Se Kota batam yang direncanakan dilaksanakan Di : Gedung Beringin, 29 MaRet 2009,
DENGAN HATI TERBUKA KAMI MENERIMA SUMBANGAN IDE, PIKIRAN, MATERI, MATERIAL DARI SELURUH PUNGUAN RAJA SONANG , DI MANAPUN BERADA.. DEMI TERLAKSANANYA PESTA BONA TAON…. INI
Salam damai dan Terimakasih
An. Fransiskus Sitinjak
Kornelius Harianja
Horas di punguan naposo bulung Raja Sonang boru bere se kota Batam,
Atik adong sian hamu na hia mar ugasan habatakon mulai sian ulos,patung khas Batak,miniatur alat alat tradisional batak seperti taganing manang peralatan gondang sabangunan,gondang hasapi, termasuk FOSTER TAROMBO NI SI RAJA BATAK naung di pature marmassam rupa dohot arga mualai sian Rp.25.000.00,Rp.50.000.00,Rp.75.000.00,Rp.100.000.00, sahat tu na mar arga jutaan. tergantung seni dan kreasi habatakonna dohot ragam ni gorga dohot parhauna.
Hubungi hamu hami ate,boi do kirimon nami. mana tau boi jualon muna di tingki acara nauli na pinatupa munai. mauliate jala Horas.
Sinaga&Sidauruk Corp.
081361622199
061-91317069
evan-mharu@plasa.com
chdm-86@telkom.net
@Maruhum sidauruk
maulaite ma di informasi na dibahen muna inon.
“Sonang Nai Tahe, Jala Uli Situtu Do Berengon Molo Rappak Huddul Akka Dongan Poparan Ni Op. Si Raja Sonang” Denggan situtu tahe na ni ulahon muna on akka dongan.
Sebagai seorang naposo bulung ni si Raja Sonang,, saya harus memberikan apresiasi yang besar kepada Apparakku dohot Ibotokku, namambahen Web Site on.
Kota Metropolis seperti Jakarta,, tempat saya merantau sejak tahun 2000, jujur belum pernah adanya sebuah acara lumayan besar untuk mempererat tali silaturahmi bagi naposom bulung popparan ni “Si Raja Sonang.”
Jelas ini menggambarkan sebuah gejala yang berakibat semakin tipisnya rasa persaudaraan diantara kita. Saya sendiri pernah menggagas Punguan Naposo Bulung Pomparan ni Si Raja Sonang Boru/Bere se Jalan Raya Bogor, Depok dan Sekitarnya,, dan ternyata gagal.
Songonnma Ceritana : Pada awal berdirinya, sebenarnya antusiasme kalangan Naposo Bulung begitu respek dan bergairah serta respon, khususnya yang masih lahir di Bona ni Pasogit. Setiap kali pertemuan, mereka rela datang walau perjalanan naik angutan umum bisa 2 jam ke tempat diadakannya pertemuan. Biasanya kami lakukan sekali sebulan dengan berganti-ganti tempat.
Kegagalan itu sebenarnya bukan karena tidak ada kesatuan pendapat, melainkan karena ulah salah satu Iboto kita (br. Gultom (Naposo), yang mengaku dipukuli oleh seorang halak hita (marga tidak disebutkan). Dengan begitu, dia mengadukan kepada naposo salah seorang anggota yang tergabung dalam punguan tersebut. Oleh karena kebiasaan halak hita, molo dung marpunggu-pungu minim tuak sabotol dua botol, pittor adong ma namandok “Beta ta palpali, uang somal,” akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara saya salah satu sebagai pengurus dan anggota waktu itu, mereka langsung berangkat ke tempat si br. Gultom, lokasi yang menjadi tempat dia mengaku dipukuli. Oleh teman-teman langsung di gebukin itu si (X) yang di bilang memukul.. Setelah dipukuli, saya baru sampai di tempat kejadian,, ternyata yang disebut pemukul Br. Gultom tadi, sudah mar budar-budar.
Selidik punya selidik,, sebenarnya Br. Gultom ini yang memiliki salah besar. Karena,, sebenarnya orang yang di tuduhkan memukul Br. Gultom, si (X) sudah memiliki keluarga dan punya anak.
Kronologisnya, Br Gultom ini perpacaran dengan halak hita, (sebut saja marga Y) telah lama pacaran satu rumah alias “kumpul kebo” oleh si Marga X, Br. Gultom itu diperingatkan, karena lokasi kontrakan mereka masih berdekatan. Warga disekitar memperingatkan Br Gultom agar tidak Kumpul Kebo di kontrakan itu, kalau kedapatan kembali maka akan di usir dan di massakan.. Mengetahui hal itu, Marga X memberikan pengertian kepada warga, dan menjamini tidak akan terulang lagi. Setelah beberapa lama, ternyata warga mendapati kembali marga Y bersama Br. Gultom itu satu rumah kembali. Warga sekitarpun kembali brontak,, kemudian Marga X ini datang dan langsung menanpar Br. Gultom dan pacarnya,, karena mungkin dia merasa memiliki kewajiban moral. Disinilah timbul sikkap mabarbar itu. Akhirnya Marga X tidak terima, dan melaporkan peristiwa Pidana tersebut kepada yang berwajib, dibantu oleh warga,, karena Marga X dipukuli (dimassakan) di depan warga. Proses hukumpun berjalan, saya sebagai Ketua waktu itu, turut menjadi Buronan Polisi dan 3 diantara Kami Kabur,, satu kabur ke Pangaribuan yakni Nando Gultom, satu lagi pulang ke Medan dan satu lagi pergi Ke Medan dan si Pakpahan kabur ke Batam. Si Pakapahan ini memang saya akui orangnya pemberani dan dia yang terganteng diantara naposo waktu itu, mirip orang Cina.
Ada 2(dua) orang yang ditahan sampai P19 di Polsek Citereup Bogor. Sampai akhirnya ditempuh perdamaian secara kekeluargaan. Br. Gultom yang kita bela datang menjeguk aja tidak ada. Dia malah tidak merasa ada beban, bersama pacarnya. Kejadian itu pada tahun 2007. Akhirnya punguan itu cerai berai begitu saja. Walau ada banyak orang tua pomparan ni Siraja Sonang di Jakarta, namun hanya sedikit yang mau memberikan perhatiannnya terhadap kasus tersebut.
Aparaku yang saya sayangi,, mungkin hal-hal seperti ini sudah pernah kalian alami, atau akan kalian alami sebagai pengurus. Kenapa saya harus menulis pengalaman ini secara terbuka,, maksud saya tidak lain adalah agar aparaku sekalian melakukan tindakan yang Prepentif dalam menangani hal-hal yang riskan seperti cerita diatas.
Ditinjau dari aspek Sosiologis, gaya hidup Masyarakat Kota Jakarta dan masyarakat kota Batam memang tidak jauh berbeda. Namun dari aspek sosiologis Budaya adat, saya yakin di Batam masih lebih erat dibanding Jakarta. Saya harap kalian eksis selalu,,, Horas… “BRAVO SI RAJA SONANG” By.. Tumpal Alpredo Gultom (Koordinator Aktivis Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pangaribuan (Gerhana) Jakarta.
@Alpredo Gultom
mauliate pra buat karena tlah menceritakan pengalamannya.
ya.. mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikamt dari kejadian tersebut.
Yang pasti kita keturunan Raja Sonang harus tetap satu dan jangan terpecah..
Horas…….!!!!!!!
Salam kenalma tu hita akka pomparanni si Raja Sonang ate.
Horasma di hamu ate, akka pengurus naung tarpillit di Batam. Lam tambah gogo di hita, lam balga do tanggung jawab na naing si adopanta. Sai anggiat ma sukses sude angka pomparanni Op. Siraja Sonang baik na di Bona Pasogit nang di pangarantoan ate. Akka na di pangarantoan i, sai ingot hamu ma tongtong tu bona pasogitmuna. Jala ikkon boi do ta padenggannonta bona pasogit ta i. Ilmu yang telah kita dapat dari luar ada baiknya kita terapkan di kampung halaman sendiri, untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, tarlumobi akka pomparanni Op. Raja Sonang. Kalo boleh, anak – anak di kampung juga rata- rata harus bisa buka internet kayak kebanyakan anak – anak di kota.
Dang i fuang………???????
Mauliate………….
Horas………..!!!!!!!!
HORAS…………..
salam untuk seluruh ampara, ito, bere, pemerhati punguan Naposo Raja Sonang Se Kota Batam..
Dengan sangat berterimakasih atas ucapan dari ampara Hendri Sitinjak yang sudah memberi ucapan salam untuk Kami punguan Naposo RJS ta Batam.
Kami sangat berterimakasihjuga atas ketransfaranan ampara saya Alfredo Gultom yang sudah banyak berceritra tentang masalah masalah yang sudah banyak dihadapi dalam menjalani punguan Naposo Raja sonag di kota bogor
Hal seperti ini juga kami alami yang menimpa ito ito kita yang notabene dengan pergaulan pacaran tanpa batas , kumpul kebo, hamil di luar nikah. dll…
Kami sangat mengharapkan kepada ito, ampara dan pemerhati hubungan hubungan naposo supaya kita lebih Proaktif untuk mengajak ito ito, ampara kita lebih dapat bergaul dengan baik sesuai dengan moral adat batak kita yang pada dasarnya masih kental dengan asal ni OPPUTTA dari tanah batak pulau Samosir.
Kami dari pengurus PUNGUAN NAPOSO RAJA SONANG SE KOTA BATAM, SANGAT MENGHARAPKAN IDE, KRITIK DARI AMPARA, ITO , DAN JUGA NATUATUS KAMI demi terbangunnya Naposo Raja Sonang yang punya Power, Bermartabat, bermoral demi pelestarian Adat Batak kita di Masa Denpan tanpa tergilas dengan Pergaulan bebas dan kemajuan Zaman ini
Salam dari kami
Punguan Naposo Raja sonang Se Kota Batam
Cornelius Harianja
Ketua Umum
e_mail: nrajasonangsekotabatam@yahoo.com
Hp. 0812 10 59 8187